Sentralkaltim.id – SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat memperburuk kondisi perekonomian masyarakat. Menurutnya, tekanan ekonomi yang terjadi saat ini berpotensi semakin berat apabila diikuti meningkatnya angka pengangguran.
Pernyataan tersebut disampaikan Iswandi saat dimintai tanggapan mengenai dampak kebijakan ekonomi nasional terhadap kondisi masyarakat. Ia menilai ancaman PHK perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya beli sekaligus meningkatkan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah.
Menurut Iswandi, hingga saat ini potensi gelombang PHK masih harus terus dipantau. Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan tidak menutup kemungkinan jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan akan bertambah.
“Yang awalnya dia kerja, ternyata nanti tiga atau empat bulan lagi sudah di-PHK, pasti ada. Kita kan belum tahu gelombang PHK ini. Hati-hati,” ujarnya pada Senin (29/6/2026).
Ia juga menyinggung adanya perusahaan yang mulai memindahkan kegiatan produksinya ke negara lain. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat mengurangi peluang kerja dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Pabrik-pabrik sudah mulai pindah ke Vietnam. Ya, kita belum tahu lagi,” katanya.
Iswandi menilai apabila gelombang PHK benar-benar terjadi, maka akan muncul dampak lanjutan berupa bertambahnya masyarakat yang memerlukan bantuan sosial maupun subsidi pemerintah. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat yang terdampak.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat sektor usaha dan investasi agar lapangan kerja tetap tersedia. Menurutnya, keberlangsungan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Ia berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang mampu menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga ancaman PHK tidak semakin meluas. Dengan demikian, kondisi ekonomi masyarakat dapat tetap terjaga meski menghadapi tekanan akibat berbagai kebijakan ekonomi yang sedang berlangsung.















