Sentralkaltim.id – SAMARINDA – Target Pemerintah Kota Samarinda untuk mencapai cakupan layanan air minum 100 persen pada akhir masa jabatan Wali Kota pada 2029 mendapat perhatian dari Komisi II DPRD Samarinda. Dewan mendukung target tersebut, namun mengingatkan agar pencapaiannya tidak hanya berorientasi pada jumlah sambungan baru, melainkan juga kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, mengatakan target yang ditetapkan pemerintah merupakan langkah positif. Meski demikian, ia meminta Perumdam Tirta Kencana memastikan bahwa setiap target yang dikejar benar-benar realistis dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.
“Kan target Pak Wali pada 2029 itu 100 persen tercapai semua pemasangan. Saat ini sudah tercapai 84 kalau tidak salah, tapi kurang 15-16. Saya tanya, mereka senyum-senyum, target yang dikejar itu masuk akal nggak? Jangan sampai, karena saya lihat dari beberapa OPD yang saya panggil, program-program itu kan ada program sangat prioritas, prioritas, dan biasa,” kata Joha.
Menurutnya, target pembangunan yang berkaitan dengan pelayanan publik sering kali menjadi salah satu indikator penilaian terhadap kinerja kepala daerah. Karena itu, pelaksanaannya harus dirancang secara matang agar tidak hanya mengejar capaian administratif semata.
“Saya belum tahu lagi apakah target pemasangan 100 persen di akhir masa jabatan Pak Wali itu masuk dalam kinerja penilaian kepala daerah. Targetnya bagus, setuju. Cuma jangan terlalu dipaksa. Makanya saya tanyakan lagi, itu targetnya cuma masang saja kah 100 persen? Kalau masangannya gampang, cuma kualitasnya gimana? Nyala nggak 24 jam? Kondisi airnya bagaimana?” ujarnya.
Joha menilai keberhasilan pelayanan air bersih tidak cukup diukur dari banyaknya jaringan pipa yang terpasang. Yang lebih penting, kata dia, masyarakat benar-benar memperoleh pasokan air yang mengalir secara kontinu dengan kualitas yang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau pasangannya gampang. Sambung-sambung pipa terpasang, tapi nyalanya airnya keruh nggak? Kan gitu. Kalau tadi katanya, sekarang di kondisi sekarang 38 persen,” tuturnya.
Ia berharap Perumdam tidak hanya berfokus mengejar angka cakupan layanan, tetapi juga meningkatkan kualitas distribusi air kepada pelanggan. Dengan demikian, target 100 persen yang ingin dicapai pemerintah tidak sekadar menjadi pencapaian statistik, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Samarinda.















