Sentralkaltim.id – SAMARINDA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai membawa konsekuensi terhadap meningkatnya biaya operasional berbagai sektor, termasuk perusahaan penyedia layanan air bersih. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi II DPRD Samarinda saat membahas kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, mengatakan kenaikan biaya produksi merupakan hal yang sulit dihindari ketika harga BBM mengalami penyesuaian. Sebab, berbagai kebutuhan operasional perusahaan, mulai dari distribusi hingga pengadaan bahan baku, ikut terdampak.
Menurut Joha, pihak Perumdam juga telah mengakui adanya kenaikan harga sejumlah bahan yang digunakan dalam proses produksi air bersih, termasuk bahan kimia. Namun, DPRD masih memerlukan data keuangan yang lebih lengkap untuk mengukur besarnya dampak terhadap kondisi perusahaan.
“Tapi PDAM juga tadi mengakui ada kenaikan di beberapa pembelian bahan kimia dan lain-lain. Itu otomatis, bukan hanya PDAM, semua. Semua kan. Harga pokok produksi pasti naik. BBM naik, ya harga pokok produksi naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kenaikan biaya produksi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor di dalam daerah, tetapi juga oleh kondisi distribusi dan rantai pasok. Menurutnya, perubahan situasi global pun dapat berdampak terhadap harga bahan baku yang digunakan perusahaan.
“Ini mungkin ngangkut tawasnya dari Irak sana, nggak bisa lewat Selat Hormuz yang naik lah. Mungkin,” katanya.
Joha menegaskan, meski biaya produksi meningkat, DPRD tetap ingin mengetahui bagaimana langkah Perumdam menjaga efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Komisi II meminta laporan keuangan yang telah diaudit agar seluruh komponen biaya dapat dianalisis secara menyeluruh.
Ia berharap evaluasi tersebut dapat menjadi dasar bagi DPRD dan Perumdam dalam merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi kenaikan biaya operasional. Dengan demikian, perusahaan daerah tetap mampu menjaga kinerja keuangan sekaligus mempertahankan pelayanan air bersih yang optimal bagi masyarakat Samarinda.















