Sentralkaltim.id – SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan memberikan dampak luas terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, kenaikan biaya energi tidak hanya memengaruhi harga bahan bakar, tetapi juga memicu kenaikan biaya produksi dan distribusi yang pada akhirnya berimbas pada meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok.
Pernyataan tersebut disampaikan Iswandi saat dimintai tanggapan mengenai dampak kebijakan kenaikan harga BBM. Ia menilai pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menyikapi kebijakan tersebut karena penentuan harga BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Menurut Iswandi, salah satu dampak yang paling terasa adalah meningkatnya biaya produksi. Ia menjelaskan, komponen bahan bakar memiliki porsi cukup besar dalam biaya operasional berbagai sektor usaha sehingga setiap kenaikan harga BBM akan memengaruhi harga jual barang di pasaran.
“Kalau dilihat dari komponen produksi, rata-rata sekitar 30 persen itu BBM atau bahan bakar. Nah otomatis kalau dia naik, harga-harga pasti disesuaikan. Belum lagi biaya distribusi,” ujarnya pada Senin (29/6/2026).
Ia mencontohkan, kenaikan biaya produksi akan diikuti meningkatnya ongkos pengiriman barang. Kondisi tersebut membuat harga barang yang diterima konsumen menjadi lebih mahal dibanding sebelumnya dan berpotensi mendorong inflasi.
“Itu yang merusak, yang membuat harga pasti akan naik. Yang membuat nanti otomatis inflasi, daya beli masyarakat menurun,” katanya.
Iswandi menilai tekanan tersebut pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama ketika harga berbagai kebutuhan pokok ikut mengalami penyesuaian. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dikhawatirkan semakin melemah.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat mengantisipasi dampak lanjutan dari kebijakan kenaikan BBM melalui langkah-langkah yang mampu menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat. Menurutnya, pengendalian inflasi harus menjadi perhatian serius agar tekanan ekonomi tidak semakin dirasakan oleh masyarakat luas.















