Sentralkaltim.id – SAMARINDA – Berkurangnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat dinilai harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk memperkuat kemandirian fiskal. Komisi I DPRD Samarinda menilai daerah tidak bisa terus bergantung pada dana transfer, melainkan harus mulai mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan yang dimiliki.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat seharusnya menjadi pelajaran bagi seluruh pemerintah daerah agar lebih kreatif dalam mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan demikian, kebutuhan pembangunan tetap dapat dipenuhi meski dukungan dari pusat berkurang.
Hal itu disampaikan Samri Shaputra usai agenda bersama mitra kerja Komisi I DPRD Samarinda. Menurutnya, kondisi saat ini memang belum memungkinkan Samarinda sepenuhnya mandiri secara fiskal, namun upaya ke arah tersebut harus mulai dilakukan secara bertahap.
“Ya, maksudnya belum mampu bukan berarti tidak bisa. Harusnya kan bertahap. Memang kalau saat ini kita memang belum mampu, karena selama ini kita terlalu dimanja dengan bantuan. Terlalu berharap dengan bantuan dari pusat. Nah, pemotongan yang dilakukan pusat hari ini mestinya kita jadikan pelajaran supaya kita lebih kreatif lagi dalam meningkatkan PAD untuk menutupi kekurangan anggaran di daerah,” ujar Samri pada Senin(06/07/2026).
Untuk menggambarkan kondisi tersebut, Samri mengibaratkan pemerintah daerah seperti mahasiswa yang merantau dan harus mampu mengatur keuangan ketika uang kiriman dari orang tua tidak mencukupi kebutuhan bulanan. Menurutnya, pemerintah daerah juga harus mulai mencari sumber pendapatan baru tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Samalah kita ini anak-anak kuliah yang jauh dari orang tua. Kita sudah dijatah misalnya dua juta sebulan, sementara kebutuhan tiga juta. Kita berpikir bagaimana memenuhi kekurangan satu juta itu, cari kerjaan sampingan tanpa mengganggu tugas utama. Nah, harapan kita begitu juga pemerintah daerah. Tetap melaksanakan pelayanan publik, tapi juga berpikir bagaimana bisa mendapatkan pendapatan di luar yang selama ini ada,” katanya.
Ia menambahkan, Kota Samarinda memiliki banyak potensi yang masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan PAD. Karena itu, pemerintah daerah perlu lebih inovatif dalam menggali sumber-sumber penerimaan agar ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dapat terus dikurangi.
Menurut Samri, semakin kuat kemampuan daerah membiayai pembangunan dari pendapatan sendiri, maka semakin besar pula ruang bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
Melalui evaluasi penyusunan APBD 2027, Komisi I DPRD Samarinda berharap pemerintah kota mulai menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan memaksimalkan potensi PAD, Samarinda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan fiskal tanpa mengurangi komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.















