Sentralkaltim.id, Samarinda – DPRD Samarinda menilai sejumlah kebijakan ekonomi kota perlu dievaluasi, terutama kinerja BUMD dan target retribusi parkir yang dinilai tak realistis.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyebut hanya Perumda Tirta Kencana (PDAM) yang menunjukkan kontribusi PAD memuaskan.
“Dari targetnya tahun 2025, targetnya 12 miliar, dia bisa realisasikan 17 miliar untuk kontribusi terhadap PAD,” ungkapnya Iswandi
PT Pariaman Niaga Utama dianggap masih pasif meski telah mendapat modal Rp10 miliar. BPR Samarinda mendapat pujian atas penurunan NPL oleh direksi baru, namun kontribusinya terhadap PAD masih perlu dipantau.
Iswandi mempertanyakan target PAD parkir Rp200 miliar dari Dinas Perhubungan lewat skema parkir berlangganan, karena jauh melampaui capaian sebelumnya sekitar Rp2 miliar.
Ia khawatir target itu membebani masyarakat di tengah turunnya daya beli akibat pelemahan rupiah dan kenaikan BBM.
“Silakan saja untuk menggenjot PAD, silakan saja dengan berinovasi tadi di parkir berlangganan dan sebagainya, tapi intinya jangan memberatkan, membebani masyarakat,” tegas Iswandi.
Ia menekankan Pemkot harus memberikan timbal balik fasilitas jika menaikkan tarif, serta merencanakan strategi pasca-pembangunan agar aset tidak terbengkalai.
“Jadi pemerintah kota harus kreatif, jangan kreatif bangun saja, tapi kreatif bagaimana menghidupkan roda ekonomi dari apa yang sudah dibangunnya,” pungkas Iswandi.















