Sentralkaltim.id, – Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda menilai pemerintah daerah perlu memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah antisipasi apabila Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak lagi dialokasikan pada tahun 2027. Penguatan PAD dinilai penting agar pembangunan di Kota Samarinda tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan dari pemerintah provinsi.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan wacana penghentian Bankeu masih belum diputuskan secara resmi. Meski demikian, pemerintah kota perlu menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kemampuan fiskal daerah apabila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.
“Kalau memang dari provinsi nanti tidak ada Bantuan Keuangan, ya kami akan mengoptimalkan pendapatan yang ada di Kota Samarinda. Kita tidak boleh bersandar sepenuhnya terhadap bantuan tersebut,” ujar Deni Hakim Anwar, Kamis (6/8/2026).
Menurut Deni, masih banyak potensi PAD yang dapat dikembangkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah memiliki ruang untuk menggali sumber-sumber pendapatan baru selama pelaksanaannya tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan tidak membebani masyarakat.
Ia mencontohkan beberapa sektor yang dapat dioptimalkan, seperti penerapan parkir berlangganan yang dinilai memiliki potensi memberikan tambahan pendapatan bagi daerah. Selain itu, sektor pariwisata juga diyakini masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pengelolaan destinasi wisata buatan yang sudah ada.
“Misalnya parkir berlangganan, itu salah satu potensi PAD. Kemudian optimalisasi di bidang pariwisata dengan mengembangkan tempat-tempat wisata buatan yang sudah ada. Kehadiran pemerintah di sana bisa menjadi salah satu cara meningkatkan PAD untuk menopang pembangunan Kota Samarinda,” katanya.
Deni menegaskan, seluruh upaya peningkatan pendapatan daerah harus dilakukan secara terukur dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Optimalisasi PAD bukan hanya bertujuan meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga untuk memastikan berbagai program pembangunan tetap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Komisi III DPRD Kota Samarinda berharap pemerintah kota terus melakukan inovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah. Dengan struktur fiskal yang semakin kuat, Kota Samarinda diharapkan mampu mempertahankan laju pembangunan meskipun dihadapkan pada perubahan kebijakan pendanaan dari pemerintah provinsi.















