Sentralkaltim.id, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda sedang menyiapkan program parkir berlangganan yang dinilai bisa memperbaiki tata kelola parkir. DPRD mengingatkan agar skema itu dirancang sesuai kemampuan ekonomi warga supaya dapat diakses semua kalangan.
Ketua Komisi III DPRD, Deni Hakim Anwar, mengatakan skema langganan cocok bagi masyarakat yang sering berpindah tempat karena lebih efisien dibanding membayar tiap kali parkir.
“Kalau masyarakat dalam sehari berpindah tempat dan menggunakan parkir beberapa kali, tentu akumulasi biayanya bisa lebih besar dibandingkan membayar satu kali dalam setahun,” ujar Deni, Kamis (11/6/2026).
Salah satu opsi yang diusulkan Deni adalah pembayaran bertahap atau melalui skema cicilan. Dengan cara ini, warga yang belum mampu membayar penuh sekaligus tetap dapat menikmati manfaat program parkir berlangganan.
“Bisa saja dibuat opsi pembayaran beberapa tahap. Dengan begitu masyarakat yang mampu bisa membayar langsung, sementara yang lain tetap memiliki kesempatan mengikuti program ini,” ujarnya.
Deni menambahkan bahwa orientasi utama program seharusnya tidak semata untuk meningkatkan pendapatan daerah. Lebih penting, kebijakan tersebut harus menghadirkan sistem perparkiran yang lebih tertib, transparan, dan mudah diawasi.
Ia juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program, mulai dari mekanisme pembayaran hingga kualitas layanan bagi masyarakat. Langkah ini dianggap penting agar tujuan penataan parkir dapat tercapai secara optimal.
“Yang terpenting bagaimana program ini memberikan manfaat, tidak membebani masyarakat, dan mampu menciptakan pengelolaan parkir yang lebih transparan serta akuntabel,” tutupnya.















