Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPRD SamarindaKota Samarinda

Abdul Rahim Soroti Penurunan Pengunjung Pasar Pagi Pasca Revitalisasi

4
×

Abdul Rahim Soroti Penurunan Pengunjung Pasar Pagi Pasca Revitalisasi

Share this article
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rahim, menyoroti penurunan jumlah pengunjung Pasar Pagi pasca revitalisasi dan mendorong pemerintah mencari solusi untuk mengembalikan aktivitas perdagangan di pusat.

 

Sentralkaltim.id, Samarinda – Keluhan sejumlah pedagang terkait menurunnya jumlah pengunjung di Pasar Pagi Samarinda kembali menjadi sorotan setelah pasca revitalisasi.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rahim, mengatakan persoalan ruko yang berada di luar aset pemerintah memang telah menjadi pembahasan sejak proses pembangunan Pasar Pagi berlangsung. Menurutnya, pemerintah tidak dapat begitu saja memindahkan bangunan yang merupakan hak milik pribadi.

Ia menjelaskan bahwa ruko-ruko yang berada di luar aset pemerintah memiliki status kepemilikan yang dilindungi undang-undang. Karena itu, langkah yang dapat dilakukan pemerintah lebih kepada pendekatan dan komunikasi dengan pemilik bangunan, bukan pemaksaan relokasi.

“Dulu memang ada persoalan terkait ruko-ruko yang berada di luar aset pemerintah. Mereka memiliki hak milik pribadi sehingga tidak bisa dipaksa untuk direlokasi. Yang bisa dilakukan pemerintah sebenarnya adalah melakukan komunikasi dengan pemilik ruko tersebut,” ujar Abdul Rahim saat diwawancarai, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, ia menilai penyebab sepinya kunjungan ke Pasar Pagi tidak bisa disimpulkan hanya karena keberadaan ruko lama. Menurutnya, terdapat banyak faktor lain yang perlu dikaji secara komprehensif, termasuk perubahan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi yang saat ini masih memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Abdul Rahim mengungkapkan bahwa selama masa renovasi pasar yang cukup lama, banyak pelanggan lama pedagang yang telah beralih ke lokasi perdagangan lain. Ketika Pasar Pagi kembali beroperasi, sebagian pedagang harus memulai kembali upaya membangun jaringan pelanggan yang sebelumnya telah berpindah.

Selain itu, ia menyoroti tantangan yang umum terjadi pada pasar tradisional yang direnovasi secara vertikal. Berdasarkan sejumlah pengalaman di daerah lain, pasar bertingkat sering kali mengalami penurunan kunjungan karena masyarakat merasa aksesnya lebih rumit dibandingkan pasar dengan konsep horizontal yang lebih terbuka dan mudah dijangkau.

Baca juga :  Deni Hakim Anwar Dorong Pemanfaatan Aset Tidur untuk Atasi Persoalan Parkir di Samarinda

“Dari beberapa pengalaman memang ada tantangan ketika pasar direnovasi secara besar-besaran dan dibuat vertikal. Biasanya ada kecenderungan kunjungan menurun karena masyarakat merasa lebih rumit untuk berbelanja. Tetapi sekarang bangunannya sudah jadi, sehingga yang perlu dilakukan pemerintah adalah mencari solusi untuk meningkatkan kembali kunjungan,” katanya.

Menurut Abdul Rahim, desain pembangunan Pasar Pagi sebenarnya telah dipaparkan kepada DPRD sejak tahap perencanaan dan mendapat pembahasan bersama berbagai pihak. Namun, saat itu belum ada perkiraan bahwa setelah pasar selesai dibangun justru terjadi penurunan kunjungan yang cukup signifikan.

“Pemerintah perlu melakukan kajian dan upaya-upaya agar kunjungan bisa kembali meningkat. Misalnya dengan membantu promosi, membangun kerja sama dengan pedagang, atau memastikan Pasar Pagi kembali menjadi pusat grosir yang memiliki daya saing harga sehingga menarik pembeli dari luar daerah untuk datang berbelanja,” tegasnya.

DPRD berharap berbagai langkah yang dilakukan pemerintah nantinya dapat menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Pagi. Dengan dukungan promosi yang tepat serta penguatan fungsi pasar sebagai pusat grosir regional, Pasar Pagi diharapkan mampu kembali menjadi salah satu pusat ekonomi utama di Kota Samarinda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *