Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPRD Samarinda

Akses Jalan dan Fasilitas Pendidikan Loa kumbar Jadi Sorotan, Sri Puji Astuti Dorong Perhatian Pemerintah

5
×

Akses Jalan dan Fasilitas Pendidikan Loa kumbar Jadi Sorotan, Sri Puji Astuti Dorong Perhatian Pemerintah

Share this article

Sentralkaltim.id, – SAMARINDA – Keterbatasan akses jalan dan fasilitas pendidikan di Desa Loa kumbar, wilayah terpencil Kota Samarinda, menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. Ia mendorong pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan masyarakat setempat agar anak-anak memperoleh akses pendidikan yang layak.

Persoalan tersebut mengemuka setelah Sri Puji menerima audiensi perwakilan masyarakat Lokumbar yang menyampaikan sejumlah kendala dalam penyelenggaraan pendidikan. Meski pemerintah telah membangun sekolah dasar (SD), kondisi infrastruktur dan sarana pendukung dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Alhamdulillah, pemerintah sudah membangunkan sekolah dasar di Lokumbar. Saat ini ada sekitar 50 murid yang belajar dengan dukungan delapan guru dan satu penjaga sekolah. Namun, mereka masih membutuhkan akses jalan yang lebih baik serta fasilitas pendidikan seperti UKS dan perpustakaan, Kamis (15/10/2026),” ujar Sri Puji Astuti.

Ia menjelaskan, sebelumnya dirinya telah mengunjungi langsung kawasan tersebut untuk melihat kondisi sekolah dan akses yang harus dilalui masyarakat. Dari hasil kunjungan itu, diketahui sebagian jalan dari kawasan Loa Buah menuju Loa kumbar sudah dicor, sedangkan sebagian lainnya masih berupa jalan tanah dengan kondisi menanjak, terjal, dan berbatasan dengan jurang.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama ketika harus bepergian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengakses layanan pendidikan. Karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan dinilai penting untuk mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar.

Menurut Sri Puji, keberadaan sekolah dasar di Loa kumbar merupakan langkah penting untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada anak-anak. Namun, fasilitas pendukung seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan juga perlu diperhatikan agar proses pembelajaran berlangsung lebih optimal.

Baca juga :  Sri Puji Astuti Soroti Status Guru Sekolah Filial Lokumbar, Minta Kebijakan Khusus untuk Wilayah Terpencil

Ia menambahkan, masyarakat setempat juga berharap adanya layanan pendidikan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah mereka. Harapan tersebut muncul karena keterbatasan akses dapat menjadi hambatan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah dasar.

Sri Puji menilai, kebutuhan pendidikan di wilayah terpencil perlu dilihat berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Ketersediaan gedung sekolah saja belum cukup apabila akses jalan dan fasilitas penunjang lainnya masih terbatas.

Ia berharap pemerintah daerah bersama dinas terkait dapat menindaklanjuti aspirasi masyarakat Lokumbar melalui perencanaan pembangunan yang sesuai kebutuhan. Peningkatan akses jalan, pemenuhan fasilitas sekolah, serta kajian terhadap kebutuhan pendidikan lanjutan perlu menjadi bagian dari perhatian bersama.

Menurutnya, pemerataan pendidikan harus menjangkau seluruh anak, termasuk mereka yang tinggal di kawasan terpencil dan sulit diakses. Dengan dukungan infrastruktur serta fasilitas yang memadai, anak-anak Lokumbar diharapkan memiliki kesempatan belajar yang lebih baik tanpa terkendala kondisi geografis.

Sri Puji menegaskan, aspirasi masyarakat tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar. Perhatian terhadap pendidikan di wilayah terpencil diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan sekolah, tetapi juga mencakup kemudahan akses dan kelengkapan sarana yang mendukung kebutuhan siswa maupun tenaga pendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *