Scroll untuk baca artikel
DPRD Samarinda

Samarinda Dinilai Masih Tertinggal dalam Digitalisasi Pendidikan

6
×

Samarinda Dinilai Masih Tertinggal dalam Digitalisasi Pendidikan

Share this article
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, saat mengikuti rapat bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri membahas pengembangan digitalisasi pendidikan dan pemerataan akses teknologi di sekolah.

Sentralkaltim.id, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menggelar rapat bersama Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri untuk membahas perkembangan transformasi pendidikan berbasis digitalisasi. Pertemuan tersebut menjadi ajang bertukar informasi terkait penerapan teknologi dalam dunia pendidikan di masing-masing daerah.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menilai perkembangan digitalisasi pendidikan di Samarinda masih perlu banyak pembenahan. Menurutnya, hingga saat ini Samarinda belum memiliki indikator yang jelas untuk mengukur keberhasilan transformasi pendidikan digital.

Ia mengatakan, Kota Kediri justru telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam kategori maju terkait program pendidikan berbasis digitalisasi. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan penerapan sistem pendidikan digital di daerah.

“Dalam transformasi digitalisasi pendidikan ini, Samarinda sebenarnya belum mendapatkan penghargaan apa pun. Jadi kita belum punya parameter yang jelas untuk menilai apakah perkembangan digitalisasi pendidikan di Samarinda ini sudah sukses atau belum,” ujar Anhar, Rabu (20/5/2026)

Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan adanya indikator dan penilaian terhadap berbagai aspek pendidikan digital, mulai dari sistem pembelajaran, fasilitas teknologi, hingga kesiapan sumber daya manusia di sekolah-sekolah.

Anhar juga menyoroti masih adanya ketimpangan fasilitas digital di sejumlah wilayah Samarinda, terutama di daerah pinggiran yang masih mengalami keterbatasan jaringan internet. Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan dalam pemerataan pendidikan berbasis teknologi.

“Sekarang mungkin ada beberapa sekolah yang sudah berbasis digitalisasi, raport sudah digital dan sebagainya. Tapi itu baru satu dua sekolah saja. Di daerah seperti Bantuas sampai Bukuan saja masih susah mendapatkan sinyal. Kalau jaringan internet saja susah, bagaimana digitalisasi pendidikan bisa berjalan maksimal,” katanya.

 

Ia menambahkan, masyarakat luar sering memandang Samarinda sebagai kota yang lebih maju karena berstatus ibu kota provinsi. Namun menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pendidikan digital.

Baca juga :  DPRD Samarinda Soroti Penguatan Pendidikan Digital Lewat Kunjungan Komisi IV Kediri

Melalui pertemuan bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri tersebut, DPRD Samarinda berharap dapat memperoleh referensi dan masukan untuk mempercepat transformasi pendidikan berbasis digitalisasi agar mampu bersaing dengan daerah lain yang lebih maju di bidang tersebut. Pungkasnya (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *