SENTRALKALTIM.ID, Halmahera Utara – Gunung Dukuno di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi pada Kamis (23/4/2026), pukul 18.22 WIT. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom letusan teramati mencapai 1.200 meter di atas puncak, atau sekitar 2.287 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Petugas Pos Pantau Gunung Bambang Sugiono, masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi Gunung Dukono diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
“Pakai masker atau penutup hidung,” katanya.
Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernpasan.
Sepanjang 2026, Gunung Dukono tercatat sudah meletus sebanyak 72 kali. Hingga hari ini, Kamis, 23 April 2026, pukul 17.05 WIB, Gunung Dukono masih berstatus Waspada (Level II).
Aktivitas Gunung Dukono
Berdasarkan data PVMBG, menurut hasil pemantauan sepanjang Rabu (22/4/2026), pukul 00.00-24.00 WIT, Gunung Dukono mengalami sebanyak 109 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 6-34 mm, dan lama gempa 37.76-63.35 detik, kemudian 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 11 mm, S-P 19.85 detik dan lama gempa 64.47 detik, serta 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-5 mm, dominan 2 mm.















