Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPRD Kaltim

Kaltim Matangkan Diversifikasi Ekonomi, Perkebunan dan Perikanan Mulai Didorong

28
×

Kaltim Matangkan Diversifikasi Ekonomi, Perkebunan dan Perikanan Mulai Didorong

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Sentralkaltim.id, Samarinda – Dengan menurunnya kontribusi sektor tambang terhadap pendapatan daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mematangkan langkah diversifikasi ekonomi. Perkebunan, perikanan, dan sektor-sektor berbasis sumber daya alam terbarukan mulai menjadi fokus baru.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, mengatakan bahwa Kaltim tidak bisa lagi hanya bergantung pada sektor tambang dan migas. Menurutnya, kondisi ini merupakan momentum untuk mendorong sektor lain yang selama ini kurang tersentuh secara maksimal.

“Selain tambang dan migas, kita masih punya potensi perkebunan dan perikanan. Kalau dioptimalkan, ini bisa mendatangkan pendapatan signifikan bagi provinsi,” ujar Firnadi.

Ia menegaskan bahwa kesadaran untuk mengurangi ketergantungan pada tambang sudah tumbuh di lingkungan pemerintah daerah. Pengembangan sektor non-tambang dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Kesadaran ini kita bangun. Kita harus mengelola sektor-sektor lain secara serius, baik perkebunan maupun perikanan,” tegasnya.

Firnadi manambahkan bahwa diversifikasi tidak hanya menyangkut pendapatan daerah, tetapi juga penyerapan tenaga kerja dan keberlanjutan lingkungan. Dengan hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya terbarukan, Kaltim dapat menjadi daerah dengan struktur ekonomi lebih stabil.

Menurutnya, pemerintah harus memperkuat data, regulasi, dan ekosistem usaha agar sektor-sektor tersebut benar-benar dapat tumbuh. Ia juga menilai bahwa peluang investasi di dua sektor itu cukup besar bila dikelola dengan benar.

Ia optimistis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Kaltim dapat memiliki struktur ekonomi yang lebih berimbang dan tidak lagi terlalu bergantung pada tambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *