Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPRD Samarinda

Helmi Abdullah Harap Penambahan Kuota BBM Atasi Antrean Panjang di Samarinda

5
×

Helmi Abdullah Harap Penambahan Kuota BBM Atasi Antrean Panjang di Samarinda

Share this article

Sentralkaltim.id, – SAMARINDA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Samarinda menjadi perhatian Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah. Ia berharap penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) dapat menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar bagi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Helmi saat menanggapi diskusi energi yang digelar Arus Bawah. Ia mengapresiasi forum tersebut karena memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk menyampaikan pandangan dan masukan mengenai persoalan energi di daerah.

“Kita ucapkan selamat kepada Arus Bawah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Saya kira ini kegiatan yang cukup positif. Khususnya, tadi berbicara masalah energi, banyak masukan-masukan dari para pembicara maupun dari peserta,” ujar Helmi, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Helmi, ketersediaan energi, khususnya BBM, masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat Samarinda. Antrean kendaraan di SPBU menunjukkan perlunya perhatian terhadap kesesuaian kuota dengan kebutuhan masyarakat serta kelancaran penyalurannya.

Ia berharap hasil diskusi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam mengevaluasi pengelolaan energi di daerah. Dengan langkah yang tepat, kebutuhan BBM masyarakat diharapkan dapat terpenuhi tanpa harus menghadapi antrean panjang secara terus-menerus.

“Harapan kita ke depan, energi khususnya migas yang ada di Samarinda, yang selama ini selalu penuh dengan antrean, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik,” katanya.

Helmi juga menyinggung informasi mengenai kuota sebesar 510 ribu yang diharapkan dapat ditambah. Namun, rincian mengenai jenis BBM, satuan kuota, dan periode penyalurannya masih perlu dipastikan agar kebijakan penambahan tersebut sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, pembahasan persoalan energi perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang dalam pengelolaan serta distribusi BBM. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui kendala yang menyebabkan antrean dan menentukan solusi yang dapat diterapkan.

Ia menilai forum diskusi dapat menjadi sarana untuk menghimpun berbagai pandangan mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat. Masukan dari pembicara maupun peserta diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan energi.

Helmi berharap ketersediaan BBM di Samarinda semakin terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih lancar. Penyesuaian kuota berdasarkan kebutuhan serta perbaikan distribusi diharapkan mampu membantu mengurangi antrean kendaraan di SPBU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *