Sentralkaltim.id – SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai Perusahaan Umum Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih memiliki peluang mencatatkan keuntungan pada 2026. Namun, besaran laba yang diperoleh diperkirakan tidak akan mencapai target Rp2,7 miliar yang telah ditetapkan perusahaan.
Pandangan tersebut disampaikan Iswandi usai rapat evaluasi bersama jajaran direksi BPR. Menurutnya, hasil pembahasan terhadap laporan keuangan dan operasional hingga semester pertama menunjukkan masih terdapat tantangan yang harus dihadapi perusahaan untuk mengejar target tersebut.
Ia mengatakan kondisi keuangan BPR saat ini belum cukup kuat untuk mengulang capaian laba seperti tahun sebelumnya. Meski demikian, kinerja perusahaan masih berpeluang membaik apabila aktivitas ekonomi mulai meningkat pada semester kedua.
“Secara analisa laporan keuangan, secara analisa operasional, saya lihat untuk target mereka Rp2,7 miliar berat, mungkin nggak bisa segitu,” ujarnya pada Senin (29/6/2026).
Meski pesimistis terhadap target yang dipasang manajemen, Iswandi menegaskan BPR tetap berpotensi membukukan laba hingga akhir tahun. Menurutnya, pencapaian keuntungan tetap menjadi indikator positif selama perusahaan mampu menjaga tren perbaikan yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
“Tapi kalau laba aja masih ada lah, tapi nggak mungkin segitu. Kan setengahnya mungkin sudah bagus,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah faktor masih memengaruhi kinerja perusahaan, di antaranya belum optimalnya aktivitas pembiayaan akibat proyek-proyek pemerintah yang belum berjalan serta kondisi perekonomian masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Karena itu, manajemen perlu terus mengoptimalkan strategi bisnis agar target pendapatan dapat meningkat pada sisa tahun berjalan.
Di sisi lain, Iswandi mengapresiasi sikap kehati-hatian jajaran direksi dalam mengelola perusahaan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mempertahankan kondisi kesehatan BPR yang selama ini menunjukkan tren positif.
“Saya lihat juga direktur kan safety lah, dia berhati-hati orangnya. Jadi secara umum oke-oke sih,” pungkasnya.















