Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPRD Samarinda

Komisi II DPRD Samarinda Nilai Target Laba BPR Rp2,7 Miliar Sulit Tercapai

3
×

Komisi II DPRD Samarinda Nilai Target Laba BPR Rp2,7 Miliar Sulit Tercapai

Share this article

Sentralkaltim.id – SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, menilai target laba sebesar Rp2,7 miliar yang dipasang Perusahaan Umum Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk tahun 2026 berpotensi sulit terealisasi. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, usai melakukan evaluasi terhadap laporan kinerja perusahaan pada semester pertama.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, meminta penjelasan kepada jajaran direksi mengenai perkembangan kinerja operasional dan kondisi keuangan BPR. Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai secara realistis.

Iswandi mengungkapkan, BPR sebelumnya berhasil mencatatkan sejarah baru pada 2025 dengan membukukan laba sebesar sekitar Rp2,7 miliar. Dari capaian tersebut, Pemerintah Kota Samarinda juga menerima dividen sekitar Rp500 juta.

“Kalau di 2025 mereka berhasil mencatatkan laba selama BPR itu berdiri. Jadi labanya sekitar Rp2,7 miliar, pemerintah kota dapat dividen Rp500 juta. Nah untuk 2026 mereka punya target laba sama seperti tahun lalu, Rp2,7 miliar,” ujarnya Senin (29/6/2026).

Meski demikian, hasil evaluasi terhadap laporan keuangan hingga Mei 2026 membuat Komisi II belum yakin target tersebut dapat diwujudkan. Menurut Iswandi, kondisi keuangan perusahaan masih belum menunjukkan tren yang cukup kuat untuk mengejar target laba hingga akhir tahun.

“Tapi setelah saya cek tadi laporan kinerja, laporan keuangan dan lain sebagainya, saya tidak yakin laba itu akan bisa terpenuhi. Sampai dengan bulan Mei saja mereka masih minus sekitar Rp120 juta sampai Rp150 juta. Gimana mau cetak laba tadi,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi capaian tersebut adalah belum bergulirnya sejumlah proyek pemerintah yang selama ini menjadi salah satu penopang aktivitas pembiayaan BPR. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap peluang perusahaan dalam meningkatkan pendapatan pada semester pertama.

Meski meragukan target laba Rp2,7 miliar dapat tercapai, Iswandi tetap optimistis BPR masih berpeluang membukukan keuntungan hingga akhir tahun. Namun, besaran laba yang diperoleh diperkirakan tidak akan menyamai pencapaian tahun sebelumnya.

“Secara analisa laporan keuangan, secara analisa operasional, saya lihat untuk target mereka Rp2,7 miliar berat, mungkin nggak bisa segitu. Tapi kalau laba aja masih ada lah, tapi nggak mungkin segitu. Kan setengahnya mungkin sudah bagus,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *