Sentralkaltim.id, Samarinda – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk SD dan SMP di Samarinda menunjukkan peningkata, nilai rata‑rata siswa berada di atas angka nasional dan provinsi Kalimantan Timur.
TKA mengukur Matematika dan Bahasa Indonesia, dan secara umum prestasi siswa Samarinda dinilai cukup baik dibandingkan daerah lain.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti mengapresiasi capaian itu dan meminta pemetaan hasil per sekolah supaya sekolah dengan nilai rendah dapat memperbaiki metode pembelajaran dan fasilitas.
“Kalau ada daerah yang nilainya masih rendah, kita bisa cari penyebabnya. Apakah gurunya kurang, fasilitasnya belum memadai, atau akses ke sekolah yang masih sulit? Dari situ baru bisa dicarikan solusinya,” kata Puji, Jumat (12/06/2026).
Puji menilai rata‑rata TKA belum menggambarkan kondisi riil karena masih ada ketimpangan fasilitas dan kerusakan ruang kelas.
Menurut catatannya, sekitar seribu ruang kelas mengalami kerusakan ringan hingga berat, khususnya di SD pinggiran kota.
“Beberapa sekolah dilaporkan kerap menghadapi masalah atap bocor, plafon roboh, terendam banjir, hingga akses jalan menuju sekolah yang rusak parah,” ungkap Puji.
Ia menegaskan perbaikan mutu pendidikan harus disertai peningkatan fasilitas dan lingkungan belajar yang layak.
“Bersyukur tentu saja karena nilai TKA bagus. Tetapi jangan sampai karena hasilnya baik, lalu kita merasa semua persoalan pendidikan sudah selesai. Masih banyak yang harus dibenahi,” tuturnya.















