Sentralkaltim.id, Samarinda – Anhar, anggota DPRD Kota Samarinda Komisi III, mendefinisikan sekolah rakyat: semua sekolah pemerintah untuk rakyat, bukan hanya yang dibantu Dinas Sosial untuk tidak mampu.
Sekolah rimba di pinggiran seperti Sukuwana isi relawan asing, tunjuk minat belajar tinggi anak pedalaman.
“Tapi di Samarinda sebagai ibukota Kaltim, seharusnya tak ada lagi; semua warga berhak sekolah normatif,” ujarnya (8/5/2026).
Komunitas seperti Walhi bantu daerah puncak belum tersentuh negara, tapi metodologi rimba perlu di kajian.
Anhar hargai capaian Wali Kota Samarinda, semua anak harus sekolah, tapi jangan biarkan kesenjangan pinggiran. Bimbel boleh, tapi prioritas bangku sekolah formal; hilangkan ketidakhadiran negara di pendidikan.
Esensi: kualitas pendidikan untuk semua, bukan jargon; Samarinda maju berkat program konkret terkini.Pungkasnya*)















