Scroll untuk baca artikel
DPRD Samarinda

Anhar Pertanyakan Sekolah Rakyat vs Rimba: Esensi Pendidikan Hilang di Balik Istilah

12
×

Anhar Pertanyakan Sekolah Rakyat vs Rimba: Esensi Pendidikan Hilang di Balik Istilah

Share this article
Anhar menegaskan pendidikan adalah hak seluruh rakyat, bukan sekadar istilah, dengan menyoroti pentingnya pemerataan akses sekolah formal hingga wilayah pinggiran di Samarinda.

Sentralkaltim.id, Samarinda – Anhar, anggota DPRD Kota Samarinda Komisi III, mendefinisikan sekolah rakyat: semua sekolah pemerintah untuk rakyat, bukan hanya yang dibantu Dinas Sosial untuk tidak mampu.

Sekolah rimba di pinggiran seperti Sukuwana isi relawan asing, tunjuk minat belajar tinggi anak pedalaman.

“Tapi di Samarinda sebagai ibukota Kaltim, seharusnya tak ada lagi; semua warga berhak sekolah normatif,” ujarnya (8/5/2026).

Komunitas seperti Walhi bantu daerah puncak belum tersentuh negara, tapi metodologi rimba perlu di kajian.

Anhar hargai capaian Wali Kota Samarinda, semua anak harus sekolah, tapi jangan biarkan kesenjangan pinggiran. Bimbel boleh, tapi prioritas bangku sekolah formal; hilangkan ketidakhadiran negara di pendidikan.

Esensi: kualitas pendidikan untuk semua, bukan jargon; Samarinda maju berkat program konkret terkini.Pungkasnya*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *