Sentralkaltim.id, Samarinda – Anhar, anggota DPRD Kota Samarinda Komisi III, kritik kebijakan pusat jangan di samakan samarinda dengan Jakarta; Samarinda terbatas infrastruktur dan tenaga didik.
“Jangan bikin susah daerah; carikan solusi, jangan potong TKD,” desaknya dalam wawancara Senin (8/5/2026).
Ia puji latar belakang Menteri dari Muhammadiyah sukses di pendidikan dan RS, tapi tantangan negara berbeda.
Pendidikan prioritas tertinggi seperti kesehatan; Pemkot tak bisa tolak kebutuhan warga seperti BPJS.
Anhar bandingkan Jepang: pendidikan tentukan masa depan negara, penempatan lulusan langsung tersedia.
Di Indonesia, bangun sekolah mewah tapi lulusan Unmul/UNIC bingung kemana; evaluasi holistik diperlukan.
Hilangkan ujian nasional dulu, tapi esensi pendidikan jangan hilang demi kualitas anak bangsa. Pungkasnya (*)















