Sentralkaltim.id, – Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai perusahaan penyedia air yang baru beroperasi sebaiknya memfokuskan diri terlebih dahulu pada peningkatan kualitas pelayanan dan perluasan pemasaran sebelum diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Helmi, pemerintah kota masih memberikan ruang bagi perusahaan tersebut untuk membangun sistem pelayanan yang optimal. Oleh karena itu, pembahasan mengenai target kontribusi terhadap PAD dinilai belum menjadi prioritas dalam tahap awal operasional.
“Kemarin saya dengar dari Pak Wali Kota, jangan dulu. Ini kan baru. Jadi lebih fokus kepada meningkatkan kualitas dan meningkatkan pemasarannya,” ujar Helmi Abdullah, Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, Helmi berharap perusahaan tersebut nantinya mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah setelah operasionalnya berjalan dengan baik. Menurutnya, investasi yang telah dilakukan pemerintah harus dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun terhadap penerimaan daerah.
“Harapan kita ke depannya tentu bisa memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah Kota. Karena nilai investasinya juga ada. Tapi kita lihat dulu bagaimana perkembangannya satu sampai dua bulan ke depan,” katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Setelah pelayanan berjalan optimal dan jangkauan pasar semakin luas, peluang peningkatan pendapatan perusahaan juga diyakini akan semakin besar.
Helmi menambahkan, DPRD akan terus memantau perkembangan perusahaan tersebut, termasuk efektivitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Evaluasi secara berkala diperlukan agar investasi yang telah dilakukan benar-benar menghasilkan manfaat jangka panjang.
DPRD Kota Samarinda berharap perusahaan penyedia air tersebut mampu berkembang secara berkelanjutan sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan daerah pada masa mendatang.















