Sentralkaltim.id, Samarinda – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Timur. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menegaskan bahwa pemotongan anggaran tersebut membuat banyak program publik terancam batal dilaksanakan akibat menyempitnya ruang fiskal daerah.
Firnadi menjelaskan bahwa selama ini struktur APBD Kaltim disusun dengan pola anggaran yang relatif stabil pada kisaran Rp20–21 triliun. Ketika alokasi TKD dipangkas drastis, kemampuan daerah untuk membiayai berbagai kegiatan pembangunan menjadi sangat terbatas.
“Kita akan kesulitan membangun karena selama ini kita membangun dengan pola anggaran terakhir di angka sekitar Rp20–21 triliun. Dengan adanya pengurangan itu menjadi tinggal sekitar Rp6 triliun, akan ada banyak kegiatan yang tidak jadi dilaksanakan. Dan itu semua kegiatan yang sebenarnya sudah ditunggu masyarakat,” tegas Firnadi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah kini dihadapkan pada situasi yang memaksa mereka mengatur ulang prioritas pembangunan. Beberapa program yang dianggap kurang mendesak kemungkinan besar akan ditunda, meskipun hal itu tidak ideal bagi pelayanan publik.
“Itu tergantungnya kepada format atau keputusan untuk tidak melakukan kegiatan yang di luar prioritas. Jangan menambah penutupan lagi seperti ini. Bagi kita kadang terasa melanggar juga. Ada rencana begitu? Iya. Begitu ya?” ujarnya.
Firnadi menilai bahwa setiap keputusan penyesuaian anggaran harus dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan dampak jangka panjang. Banyak program yang sudah direncanakan jauh hari berpotensi tertunda bila daerah tidak mampu menutupi kekurangan akibat pemotongan TKD.
Ia berharap proses penataan ulang anggaran tetap berada dalam koridor aturan, dilakukan secara transparan, dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Harapannya ya semua berjalan sesuai koridor-koridor yang ada, tetap tertib, tetap menghormati aturan, dan tujuannya tetap untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.















