Scroll untuk baca artikel
Kota Samarinda

Revitalisasi Pasar Segiri Dievaluasi Ketat, Andi Harun Tekankan Desain Akuntabel dan Tata Kelola Modern

3
×

Revitalisasi Pasar Segiri Dievaluasi Ketat, Andi Harun Tekankan Desain Akuntabel dan Tata Kelola Modern

Sebarkan artikel ini
Pasar segiri.

SENTRALKALTIM.ID, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mengunci arah revitalisasi Pasar Segiri melalui rapat paparan rancangan pra Detail Engineering Design (pra-DED), yang digelar di Balai Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan, proyek pasar rakyat tersebut tidak boleh sekadar dibangun megah, tetapi harus dirancang secara akuntabel, fungsional, dan berorientasi pada tata kelola modern.

Rapat evaluasi pra-DED itu menjadi tahapan krusial untuk memastikan seluruh aspek perencanaan matang sebelum masuk ke fase teknis detail.

Mengutip keterangan resmi Diskominfo Samarinda, Andi Harun menekankan perubahan peran Inspektorat Daerah yang kini tidak lagi sebatas post audit, melainkan berfungsi sebagai guardian sejak tahap perencanaan.

Menurutnya, banyak proyek publik bermasalah bukan karena pelaksanaan, melainkan akibat desain awal yang lemah.

“Mulai tahun ini, setiap proyek besar wajib direviu sejak awal. Kegagalan proyek seringkali lahir dari perencanaan yang tidak presisi dan tidak akuntabel,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Dalam paparan desain, Andi Harun secara khusus menyoroti belum tegasnya pembagian zonasi dan layer sirkulasi, terutama di area gerbang utama pasar.

Ia meminta perencana menampilkan pemisahan jalur secara eksplisit antara jalur pengunjung, distribusi dan logistik, serta jalur darurat.

“Tanpa pemisahan teknis yang jelas, konflik fungsi di lapangan sangat mungkin terjadi. Ini berisiko mengganggu aktivitas pasar dan keselamatan,” tegasnya.

Selain itu, Andi Harun juga meminta penyempurnaan zonasi fungsional dengan menambahkan zona transisi dan area servis tersembunyi, termasuk pengelolaan limbah dan logistik.

Ia mengingatkan agar revitalisasi Pasar Segiri berbasis analisis kebutuhan dan kapasitas pedagang, bukan semata pertimbangan estetika.

“Jangan lagi kita membangun pasar besar tanpa kajian okupansi. Akibatnya pasar terlihat megah, tapi kosong, bahkan memicu praktik sewa ilegal yang justru merugikan negara,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, turut menyoroti aspek parkir dan akses kendaraan di kawasan pasar.

Ia bahkan mengusulkan agar konsep parkir menyebar untuk mengurai potensi kemacetan serta memastikan akses yang efisien dari berbagai arah.

Diakhi Saefuddin juga menekankan pentingnya sinkronisasi lintas perangkat daerah, termasuk penempatan hydrant sesuai standar keselamatan.

Penulis: Tim Redaksi Editor: KS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *