Sentralkaltim.id, Samarinda – Dalam upaya memastikan layanan dasar dapat dinikmati seluruh warga tanpa kecuali, Makmur HAPK menyoroti langkah pemerintah pusat yang berhasil mengalirkan listrik hingga kampung-kampung terpencil di Kaltim. Ia menilai kebijakan itu sebagai bukti nyata bahwa pembangunan tidak boleh hanya didasarkan pada hitung-hitungan bisnis, tetapi harus berpijak pada pemerataan dan keadilan sosial.
Ia menyebut bahwa saat ini listrik telah masuk ke berbagai wilayah yang dulunya sulit dijangkau. Perkembangan pembangunan tersebut menurutnya sangat membantu peningkatan pendidikan dan layanan publik.
“Sekarang semua listrik berjalan sampai ke mana-mana… Itu satu komitmen,” jelas Makmur.
Ia mencontohkan sebuah desa dengan hanya 50 rumah namun tetap mendapatkan akses listrik, meski secara ekonomi dianggap tidak menguntungkan perusahaan penyedia layanan.
“Kalau dihitung dari segi untung rugi, tidak ada gunanya. Tetapi karena komitmen agar masyarakat bisa mendapatkan layanan penerangan, itu diberikan,” katanya.
Makmur mengapresiasi keberpihakan pemerintah pusat dalam memastikan pemerataan akses energi ini, dan menilai kebijakan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Itu contoh komitmen. Karena tanpa listrik, pendidikan juga tidak akan berjalan optimal. Ini penting,” tutupnya.














