Sentralkaltim.id, – SAMARINDA – Keterbatasan sarana pendidikan di wilayah terpencil kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Sekolah Dasar (SD) di Lokumbar masih membutuhkan fasilitas penunjang pembelajaran, terutama ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan untuk mendukung kebutuhan belajar serta kesehatan para siswa.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan bahwa keberadaan sekolah di Lokumbar menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut. Namun, menurutnya, pembangunan sekolah perlu diikuti pemenuhan fasilitas yang memadai agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
“Alhamdulillah, pemerintah sudah membangunkan sekolah dasar di Lokumbar. Saat ini ada sekitar 50 murid dengan delapan orang guru dan satu penjaga sekolah. Namun, sekolah tersebut belum memiliki UKS dan perpustakaan, padahal fasilitas ini dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran anak-anak,” Ujarnya Saat diwawancarai Pada Kamis (15/10/2026).
Menurut Sri Puji, fasilitas pendidikan bukan sekadar pelengkap bangunan sekolah, melainkan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan siswa. Perpustakaan, misalnya, dapat membantu meningkatkan minat baca, sedangkan UKS dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kesehatan dasar di lingkungan sekolah.
Ia menilai keterbatasan sarana tersebut perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah melalui instansi terkait. Pemenuhan fasilitas dasar di sekolah terpencil harus menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan, sehingga siswa di wilayah yang sulit dijangkau tetap memperoleh layanan yang layak.
Selain kebutuhan fasilitas SD, Sri Puji juga mengungkapkan adanya harapan masyarakat agar pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat tersedia di Lokumbar. Aspirasi tersebut muncul karena keterbatasan akses wilayah menjadi salah satu tantangan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Menurutnya, kebutuhan sekolah lanjutan perlu dikaji dengan mempertimbangkan jumlah calon siswa, kondisi wilayah, serta kesiapan tenaga pendidik dan sarana pendukung. Dengan perencanaan yang tepat, pemerintah dapat menentukan langkah yang sesuai untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat setempat.
Sri Puji turut menekankan pentingnya perhatian menyeluruh terhadap sekolah di kawasan terpencil. Selain pembangunan infrastruktur pendidikan, dukungan terhadap tenaga pendidik dan kemudahan akses menuju sekolah juga diperlukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ia berharap pemerintah kota bersama perangkat daerah terkait dapat menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat Lokumbar. Pemenuhan fasilitas sekolah serta kajian mengenai kebutuhan pendidikan tingkat SMP diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemerataan layanan pendidikan di Samarinda.
Dengan adanya perhatian terhadap kebutuhan tersebut, anak-anak di Lokumbar diharapkan memiliki kesempatan belajar yang lebih baik tanpa terlalu terkendala kondisi geografis. Pemerataan pendidikan dinilai perlu diwujudkan melalui penyediaan sarana yang memadai dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.















