Sentralkaltim.id, Samarinda – Target serapan anggaran sebesar 93–94 persen yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Timur dinilai sebagai angka yang masih realistis untuk dicapai, terutama oleh Dinas Pendidikan yang memiliki struktur belanja rutin cukup besar. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai bahwa karakter anggaran pendidikan menjadi faktor kunci yang memungkinkan target ini tercapai.
Agusriansyah menjelaskan bahwa komponen belanja rutin seperti gaji, tunjangan tambahan penghasilan (TPP), Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), serta pengadaan seragam siswa merupakan pos anggaran yang pasti direalisasikan. Karena bersifat tetap dan terjadwal, belanja-belanja tersebut otomatis mendorong kenaikan persentase serapan menjelang akhir tahun.
“Untuk Dinas Pendidikan menurut saya realistis, karena mayoritas anggarannya bersifat tetap seperti gaji dan TPP, lalu BOSDA sebagai pengganti biaya gratis siswa. Termasuk juga belanja pakaian seragam yang baru akan didistribusikan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa komposisi anggaran seperti ini membuat sektor pendidikan berada dalam posisi yang relatif aman untuk mengikuti target gubernur, berbeda dengan sektor yang mengandalkan belanja fisik atau infrastruktur yang rawan terkendala waktu.
Meski begitu, Agusriansyah mengingatkan bahwa target gubernur harus dipenuhi, karena jika tidak tercapai, akan ada konsekuensi berupa pemangkasan anggaran. Langkah ini menurutnya sudah menjadi kebijakan yang disampaikan secara terbuka dan harus ditaati oleh seluruh perangkat daerah.
“Kalau tidak mencapai target, memang ada pemangkasan. Itu kembali pada kebijakan Pak Gubernur. Apa yang beliau sampaikan tentu harus direalisasikan,” katanya.
Ia berharap setiap perangkat daerah dapat memperkuat perencanaan dan memastikan seluruh kegiatan berjalan tepat waktu, agar serapan dapat meningkat dan anggaran benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.















