BeritaHukumNasional

Iwan Telaumbanua Pemuda Nias Meninggal Setelah Di Habisi Oknum TNI AL

30
×

Iwan Telaumbanua Pemuda Nias Meninggal Setelah Di Habisi Oknum TNI AL

Sebarkan artikel ini

SENTRALKALTIM.id,- Seorang pemuda asal Nias Iwan Sutrisman Telaumbanua, umur 21 tahun, Warga Desa Lahusa Idanotae, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. mengikuti proses  rekruitmen calon Bintara TNI Angkatan Laut Gelombang 2 Tahun 2022, yang buka mulai 11 Juli-11 Agustus 2022. Namun cita-citanya sejak kecil tersebut harus kandas saat dirinya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Namun upaya ini pun juga telah menempuh ‘jalur dalam’ yang di lakukan oleh keluarga korban. Di ketahui korban serta keluarga meminta pertolongan Serda Adan Aryan Marshal yang bertugas di Puspomal Pangkalan Angkatan Laut di Nias. Adan menjanjikan bisa meluluskan Iwan, asal ada uang jaminan sebesar Rp200 juta ujar pelaku kepada keluarga korban.

Nahasnya modal puluhan juta yang telah dikeluarkan oleh orang tua korban justru berakhir duka. Korban nyatanya telah dihabisi oleh seorang Serda Adan pada tanggal 24 Desember 2022. Dan mayatnya di buang di jurang daerah Talawi, Kota Sawahlunto, Padang, Sumatera Barat.

Bahkan untuk meyakinkan kedua orang tua nya korban, Adang sengaja memakai  kan baju dinas yang sudah dibordir dengan nama almarhum “Iwan” lalu  mengirimkannya kepada kedua orang tua korban dengan dalih jika korban telah mendapat penugasan.

Namun, pada tanggal 24 Desember, Iwan Sutrisno ditemukan tewas, Pembunuhan yang dilakukan Serda Adan kepada korban tidak dilakukan sendirian, tapi juga dibantu oleh seorang temannya yang merupakan  bukan dari militer.

Profil Serda Adan

Serda Adan memiliki nama lengkap Adan Aryan Marsal. Dia merupakan anggota TNI AL yang berpangkat Sersan Dua (Serda) dengan Nomor Registrasi Pusat (Nrp) alias nomor dinas militer yakni 131873.

Kisah tragis inipun telah menarik banyak  perhatian masyarakat Indonesia yang mengecam keras perbuatan keji yang dilakukan oleh oknum TNI AL tersebut.

Semoga dengan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi.

Nf/ADv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *