Scroll untuk baca artikel
Kota SamarindaWalikota Samarinda

Samarinda masuk Kategori Terbaik di Kaltim yang Sudah Implementasikan Manajemen Talenta ASN

3
×

Samarinda masuk Kategori Terbaik di Kaltim yang Sudah Implementasikan Manajemen Talenta ASN

Share this article
Penandatanganan Komitmen Bersama Kepala Daerah se-Kaltim dalam rangka mendukung pelaksanaan Manajemen Talenta ASN Tahun 2026.

SENTRALKALTIM.ID, Samarinda – Satu pengakuan membanggakan datang dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh dalam forum kepala daerah se-Kalimantan Timur.

Di antara 5–6 daerah yang disebut telah berkomitmen menerapkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), hanya Samarinda yang sudah melangkah lebih jauh dari komitmen menuju implementasi nyata.

Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun usai menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus (DP) KORPRI Provinsi Kalimantan Timur Masa Bakti 2026–2031 sekaligus Penandatanganan Komitmen Bersama Kepala Daerah se-Kaltim dalam rangka mendukung pelaksanaan Manajemen Talenta ASN Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Selasa (19/5/2026) siang.

“Di Provinsi Kalimantan Timur, kita adalah daerah pertama yang secara implementatif telah melaksanakan manajemen talenta. Tadi Pak Zudan menyebut ada 5–6 kabupaten, kota, dan provinsi yang telah berkomitmen. Tapi baru Samarinda yang melaksanakannya secara implementatif,” tegas Wali Kota Andi Harun.

Menurut dia, penerapan manajemen talenta di Kota Samarinda bukan hal baru. Sistem ini sudah mulai dijalankan sejak proses pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda), dan kini menjadi acuan dalam setiap proses promosi, mutasi, maupun rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Ia menjelaskan, manajemen talenta hadir sebagai solusi atas praktik-praktik subjektif yang selama ini kerap mewarnai birokrasi mulai dari faktor kedekatan pribadi, pertimbangan primordial, hingga potensi suap-menyuap dalam promosi jabatan.

“Manfaatnya apa? Ini sistem, ini cara, ini arah yang disediakan negara untuk menghilangkan atau mereduksi faktor-faktor pertimbangan subjektif dalam penempatan, promosi, dan mutasi pegawai,” jelasnya.

Lebih lanjut, orang nomor wahid di kota tepian ini menegaskan bahwa manajemen talenta adalah instrumen paling objektif untuk memastikan jabatan diduduki oleh pejabat yang benar-benar berkualitas, berintegritas, dan kompeten.

“Ini metodologi sistem yang bisa mereduksi faktor suap-menyuap dalam promosi jabatan dan mutasi, sekaligus mereduksi potensi penggunaan faktor kedekatan primordial dan emosional yang bertentangan dengan objektivitas, rasionalitas, dan integritas,” tegasnya.

Wali Kota pun mengajak seluruh kepala daerah di Kaltim untuk tidak berhenti di tahap komitmen. Ia meyakini, semakin jujur dan konsisten implementasi manajemen talenta dijalankan, maka kualitas pelayanan publik pun akan semakin meningkat.

“Kalau teman-teman tadi perhatikan slide di atas, daerah-daerah lain itu baru sebatas komitmen, implementasinya belum. Nah, kalau Samarinda sudah komitmen plus implementasi,” pungkasnya.

Ke depan, seluruh proses promosi, mutasi, dan rotasi di lingkungan Pemkot Samarinda akan dijalankan secara optimal melalui sistem manajemen talenta ASN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *