Sentralkaltim.id, Samarinda – Kerusakan pada pier dan vendor atau dolphin jembatan yang ditabrak kapal di Samarinda menjadi perhatian serius DPRD Kaltim. Jika tidak segera terselesaikan, kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle menjelaskan bahwa struktur jembatan yang rusak berfungsi sebagai pelindung utama ketika kapal melintas di bawahnya.
“PT BES menabrak pier nomor 4, yang memiliki komponen rubber. Dan itu sudah selesai diperbaiki,” ujarnya.
Namun yang lebih mengkhawatirkan, vendor atau dolphin yang ditabrak PT Tujuh Samudera hingga kini masih dalam kondisi kosong dan belum terpasang kembali.
“Sedangkan PT Tujuh Samudera menabrak vendor atau dolphin, yaitu penyangga utama jembatan dari arah sungai. Saat ini, vendor tersebut sama sekali tidak ada—kosong,” jelasnya.
Sabaruddin memperingatkan bahwa tanpa pelindung, badan jembatan rawan terkena benturan jika terjadi kesalahan navigasi kapal.
“Itu yang kita khawatirkan bersama. Kalau terjadi hal yang tak diinginkan, seperti tali putus atau tersenggol kapal, tidak ada lagi pelindung sehingga dapat langsung menghantam badan jembatan,” tegasnya.















