SENTRALKALTIM.ID, Samarinda – Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, menjelaskan, urgensi pengadaan kendaraan tersebut dibutuhkan untuk menunjang mobilitas Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Khususnya dalam menjangkau wilayah pedalaman dengan medan berat dan akses terbatas.
Peryantaan tersebut ia sampaikan, usai menganggapi kritik publik Kaltim terkait dengan pengadaan kendaraan dinas Gubernur, Rudy Mas’ud, senilai 8,5 miliar.
Sri bilang, Gubernur acap kali melakukan peninjauan langsung ke titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan biasa, guna memastikan kondisi riil di lapangan, termasuk saat kunjungan ke wilayah Sotek dan Bongan.
“Gubernur itu kalau meninjau lokasi, ingin benar-benar sampai ke titik tujuan. Pernah ke Sotek dan Bongan, informasinya sempat tertahan di hutan. Sebenarnya sudah diberitahu bahwa tidak ada jalan, tetapi beliau ingin tahu sejauh mana akses itu bisa ditembus,” ujar Sri Wahyuni kepada awak media, Sabtu (21/2/2026).
Ia mengungkapkan, dalam beberapa kunjungan kerja, Gubernur bahkan harus berganti kendaraan karena medan yang tidak memungkinkan dilalui mobil sebelumnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan perlunya kendaraan dengan kemampuan khusus.
Selain itu, Sri menilai, seyogianya kendaraan kepala daerah harus mampu menjangkau berbagai kondisi medan di Kaltim agar kebijakan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan, dapat ditetapkan berdasarkan kondisi faktual.
“Jadi ketika beliau hendak mengambil keputusan, misalnya terkait dukungan pembangunan jalan, beliau tahu langsung kondisinya seperti apa, sampai di mana aksesnya, dan apa saja tantangannya,” jelasnya.
Lebih jauh, Sri menyebut pembukaan akses jalan di wilayah pedalaman memiliki dampak strategis bagi mobilitas masyarakat serta potensi ekonomi baru.
Akses tersebut juga dinilai penting untuk mendukung konektivitas antarwilayah hingga kawasan Ibu Kota Nusantara.
Menurutnya, Gubernur tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dampak jangka panjang bagi daerah sekitar, termasuk wilayah Kalimantan Utara yang terhubung dengan IKN.
Terkait spesifikasi kendaraan, Sri menjelaskan mobil yang dipilih dirancang untuk medan berat (off-road), namun tetap memenuhi aspek representatif untuk kegiatan kedinasan lainnya.
“Artinya ada kendaraan yang bisa ke medan berat, tetapi juga tetap representatif untuk kegiatan resmi, seperti menjemput tamu atau kunjungan ke IKN,” tambahnya.
Menanggapi sorotan masyarakat terkait pengadaan tersebut yang berlebihan di tengah isu efisiensi.
Sri enggan berkomentar lebih, dan menyatakan bahwa penjelasan teknis sebelumnya telah disampaikan oleh pejabat terkait.














