Scroll untuk baca artikel
Kab. Kutim

Perketat Rantai Stok Pangan Jelang Nataru, Disperindag Pastikan Masyarakat Tak Alami Kekosongan Pasokan

271
×

Perketat Rantai Stok Pangan Jelang Nataru, Disperindag Pastikan Masyarakat Tak Alami Kekosongan Pasokan

Sebarkan artikel ini
Perketat Rantai Stok Pangan Jelang Nataru, Disperindag Pastikan Masyarakat Tak Alami Kekosongan Pasokan

SENTRALKALTIM.ID, Sangatta — Dengan mendekatnya perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menyiapkan langkah-langkah yang tidak hanya teknis, tetapi juga menyentuh aspek kepastian pangan. Di banyak rumah tangga, akhir tahun biasanya identik dengan meningkatnya aktivitas memasak dan konsumsi, sehingga permintaan pasar melonjak jauh lebih tinggi dari bulan-bulan lain.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan pemerintah ingin memastikan setiap warga merasa aman menjelang hari besar keagamaan itu.

“Yang kami jaga bukan cuma angka stok, tapi rasa aman masyarakat. Jangan sampai ada kecemasan karena minyak atau beras tiba-tiba langka,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak Oktober, pemerintah telah mengunci jalur pasokan dari beberapa kota pemasok utama seperti Surabaya dan Makassar untuk memastikan rantai distribusi tetap terbuka.

Dony menekankan bahwa beras SPHP memiliki peran sosial yang besar karena menjadi pilihan masyarakat berpenghasilan rendah. Ia mengaku timnya memantau langsung pergerakan SPHP di gudang untuk menghindari kekosongan mendadak.

“Stoknya cukup sampai tahun baru. Kami tidak sekadar percaya laporan, tetapi memeriksa sendiri kondisi gudang agar tidak ada praktik-praktik yang mengganggu distribusi,” katanya.

Selain beras, minyak goreng dan gula juga menjadi komoditas yang diprioritaskan. Pemerintah mewajibkan distributor memberikan laporan harian agar potensi kelangkaan dapat terlihat lebih cepat. Pada beberapa kesempatan, tim gabungan bersama Satgas Pangan Polres Kutim turun melakukan inspeksi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Dony memahami bahwa masyarakat sensitif terhadap kenaikan harga, apalagi menjelang hari besar. Ia meminta warga tidak panik jika ada kenaikan kecil karena dianggap normal saat permintaan meningkat.

“Yang paling kami jaga adalah ketersediaan. Kalau barang ada, harga bisa dikendalikan,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah itu, pemerintah berharap seluruh keluarga di Kutim dapat menjalani perayaan akhir tahun dengan tenang tanpa kekhawatiran soal kebutuhan pokok. (ADV/Diskominfo Kutim/—)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *