Kota Samarinda

AMPL Kaltim Soroti Dugaan Korupsi Anggaran Dana Hibah Koni Kukar sebesar Rp.3,76 Miliar

452
×

AMPL Kaltim Soroti Dugaan Korupsi Anggaran Dana Hibah Koni Kukar sebesar Rp.3,76 Miliar

Sebarkan artikel ini

SENTRALKALTIM.id, Samarinda – Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kalimann Timur (AMPL-KT) menyoroti temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonedia (BPK RI) Perwakilan Kalimantan Timur terkait dana hibah untuk KONI Kutai Kartanegara sebesar 3.76 miliar yang tidak di dukung bukti pertanggungjawaban pada tahun 2022.

Dalam menyikapi permasalahan tersebut, Ketua AMPL-KT Agus Setiawan menegaskan bahwa dugaan Kasus dana hibah koni kukar tersebut sangat berpotensi merugikan keuangan negara

Tambahnya, kami berharap Aparat Penegak Hukum untuk segera menindaklanjuti hal tersebut  serta  memanggil dan memeriksa Jajaran pengurus Koni Kukar, terutama Ketua, Sekretaris dan Bendahara KONI Kukar dalam penggunaan serapan anggaran tersebut yang syarat akan adanya dugaan tindak pidana korupsi.

“Untuk itu kami akan mengawal kasus ini, karena kuat dugaan KONI Kukar berpotensi merugikan keuangan daerah dan juga di duga perbuatan melawan hukum, karena temuan itu angkanya tidak sedikit yaitu 3.7 miliar”. Ujar Agus Setiawan selaku Ketua AMPL-KT, Selasa (4/6/2024)

Kemudian, Mereka menyatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan melakukan konsolidasi untuk merespon penggunaan dana hibah KONI Kukar yang di duga bermasalah

“Saat ini kami lagi konsolidasi, kami berencana minggu depan akan melakukan unjuk rasa di Kejati Kaltim dan melaporkan secara resmi atas dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah KONI Kukar 3.76 miliar yang tidak di dukung bukti pertanggung jawaban yang memadai”. Pungkasnya.

Lanjutnya, Seharusnya KONI Kukar sebagai penerima hibah harusnya taat dan patuh terhadap kewajibannya untuk mempertanggung jawabkan setiap anggaran yang mereka gunakan.

“Oleh karena itu, kami berharap agar pengurus organisasi olahraga tidak mencari untung pada pengelolaan anggaran hibah, dan harus mengedepankan kepentingan terhadap kemajuan olahraga serta bersih dari mafia anggaran”. Tuturnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *