Kota Samarinda

Persatuan Mahasiswa Pejuang Kaltim Melaporkan Dugaan kasus kredit fiktif yang diduga mencapai Rp 35 Miliar Yang Dilakukan Oleh Kepala Cabang BRI Tenggarong

63
×

Persatuan Mahasiswa Pejuang Kaltim Melaporkan Dugaan kasus kredit fiktif yang diduga mencapai Rp 35 Miliar Yang Dilakukan Oleh Kepala Cabang BRI Tenggarong

Sebarkan artikel ini

SENTRALKALTIM.id Samarinda – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Persatuan Mahasiswa pejuang Kalimantan Timur (Permajang) gelar Aksi damai di depan kantor Kejaksaan tinggi Kalimantan Timur. Jumat (17/05/2024)

Kalimantan Timur salah satu provinsi paling kaya di Indonesia tidak lepas dari masalah tindakan pidana korupsi, tindak pidana korupsi sudah di lakukan berbagai macam cara di berbagai lembaga untuk menuntaskan nya, tetapi masih saja terjadi bahkan sudah menjadi hal yang lumrah terkait persoalan tindak pidana korupsi ini.

seperti salah satu dugaan kasus yang di lakukan oleh kepala cabang BRI tenggarong yang kerugian keuangan negara dengan modus memberikan kredit di perusahaan tapi perusahaan tersebut tidak memiliki usaha sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara senilai 35 miliar.

Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan , kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara

“Jenis kredit yang di salurkan oleh kepala cabang bank BRI kukar ialah kredit peternak sapi tetapi setelah ditelusuri perusahaan yang menerima kredit ini tidak memiliki usaha peternak sapi berdasarkan data factual di lapangan, akibatnya kerugian negara dari kasus kredit fiktif tersebut lumayan besar, dugaan mencapai 35 miliar” Ungkap Korlap Aksi

Korupsi di pandang sebagai kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidak jujuran dan penyimpangan dari kesucian, dan korupsi sebagai suatu Tindakan pidana yang berhubungan dengan penyuapan, manipulasi, dan perbuatan lainya sebagai perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan dan perekonomian negara, serta merugikan kesejahteraan dan kepentingan umum.

“Harapan kami dari permajang Kalimantan timur kejati kaltim dapat menanggapi dengan serius terkait kasus itu, karena titik bahaya dari Tindakan pidana korupsi bukan soal angka keerugian keuangan negara melaingkan hilangnya kepercayaan masyaraka secara keseluruhan terhadap aparatur sipil negara” Ujarnya

Maka dengan ini kami mendukung penuh kinerja kejaksaan tinggi Kalimantan Timur untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala cabang BRI Kutai Kartanegara terkait dengan kredit fiktif yang diduga mencapai Rp 35 Miliar.

Adapun tuntutan nya sebagai berikut :

1. Meminta kejaksaan tinggi Kalimantan Timur untuk memanggil dan memeriksa Kepala Cabang BRI Tenggarong terkait dengan adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi dengan upaya modus yang dilakukan kepala Cabang Bank BRI Kutai Kartanegara tersebut dengan menyalurkan kredit kepada perusahaan penerima kredit, namun perusahaan yang diberikan kredit tidak memiliki usahanya.

2. Mendesak kejati kaltim untuk Segera melakukan audit investigasi lapangan di kantor BRI cabang Kutai Kartanegara terkait dengan kasus kredit fiktif yang diduga mencapai Rp 35 Miliar.

3. Meminta kejaksaan tinggi Kalimantan Timur untuk memeriksa seluruh aliran dana dalam kasus kredit fiktif yang diduga dilakukan oleh kepala cabang Bank BRI Kutai Kartanegara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *